Friday, December 6, 2024

Amanat Ketua PCNU Bawaen : Waspadai dan Berantas Kaum Gay di Bawean


www.mwcnukepuhteluk.com - Panyalpangan - Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kepuhteluk menggelar Musyawarah Kerja (Musker) ke-1 masa khidmat 2024-2029, Jum'at (06/12/2024). Agenda wajib organisasi itu berlangsung di SDN Panyalpangan
Kegiatan untuk merumuskan dan menentukan langkah organisasi satu periode ke depan itu bertajuk “Membangun Kemaslahatan dan Kemandirian Umat. Diikuti 90 peserta dari jajaran pengurus, lembaga, dan badan otonom (Banom) MWCNU Kepuhteluk.

Hadir langsung dalam kegiatan tersebut, Ketua PCNU KH. Muhammad Fauzi Rouf, M.Pd.I

Dalam sambutanya, Ketua MWCNU Kepuhteluk K. Fauzi Usman, S.Pd menyampaikan, Musyker adalah bagian dari ikhtiar menjalankan roda organisasi. Agendanya, merumuskan dan menerjemahkan program-program yang telah diamanatkan dalam Konferensi MWCNU Kepuhteluk.

“Diharapkan, dengan digelarnya musyker ini, program-program organisasi dapat berjalan maksimal, Terukur dan terarah, tidak perlu membuat program yang kira-kira tidak mampu dan tidak akan berjalan, yang kami harapkan program sedikit tetapi hasil maksimal” tuturnya.

Serujuk dengan tema yang diusung, agenda musyker juga diharapkan mampu meningkatkan sinergitas antar pengurus dalam mewujudkan cita-cita bersama organisasi. Ini (musyker) adalah momentum bagi pengurus, lembaga, banom, serta seluruh warga nahdliyin se-Kepuhteluk dalam membangun kebersamaan dan kesepahaman dalam menjalankan roda organisasi, ungkapnya.

Senada disampaikan Ketua PCNU Bawean, meski musyker baru digelar setelah lama dilantik. Namun hal itu tidak mengurangi esensi dari dari musyker itu sendiri. Itu tampak dari antusias peserta yang hadir. Hampir tidak ada yang absen, baik dari jajaran pengurus, lembaga, maupun banom.

Dalam amanatnya ketua PCNU Bawean menyebutkan "melalui Musyker ini silahkan para pengurus memikirkan program yang bisa menyentuh terhadap kondisi generasi muda dan masyarakat Bawean Umumnya dan Warga MWCNU Kepuhteluk Khususnya, Bangun Silaturrahmi dan koordinasi yang kuat dengan Kepala Desa dan Pihak Berwenang karena saat ini Peredaran Narkoba, Kenakalan Remaja, bahkan yang terbaru ada kaum "walla" alias kaum Gay/Lesbian masuk dan bergentayangan di wilayah Bawean, mereka ternyata memiliki komunitas Digital yaitu Aplikasi Walla. oleh karena itu mari hal ini kita berantas jangan sampai Allah Murka Kepada Kita dan Pulau Bawean jika hal tersebut tidak benar-benar kita cegah"

Sebagai Tambahan pengetahuan: Hadirnya aplikasi Walla sebagai platform media sosial yang dapat di unduh secara gratis pada playstore, menjadi ruang populer bagi mereka untuk mencari teman, bertukar pesan, bertemu desangan sesama gay, membuat koneksi serta membangun sebuah komunitas. karena di dalam aplikasi ini memungkinkan penggunaka untuk terhubung dengan orang lain berdasarkan minat dan lokasi mereka. Walla juga menyediakan platform bagi pengguna utuk berbagi cerita, foto, video serta dapat melakukan live streaming untuk mendapatkan penghasilan dari hasil gift penonton (Khatimah 2018). [madox]


iunduh secara gratis pada google playstore, menjadi ruang populer bagi mereka
untuk mencari teman, bertukar pesan, bertemu dengan sesama gay, membuat
koneksi serta membangun sebuah komunitas. Karena di dalam aplikasi ini
memungkinkan pengguna untuk terhubung dengan orang lain berdasarkan
minat dan lokasi mereka. Walla juga menyediakan platform bagi pengguna
untuk berbagi cerita, foto, video serta dapat melakukan live streaming untuk
mendapatkan penghasilan dari hasil gift penonton (Khatimah 2018)

SHARE THIS

Facebook Comment

0 comments: